Home Biodiversitas Mengenal Belut Listrik, Hewan Inspirator Penemuan Baterai

Mengenal Belut Listrik, Hewan Inspirator Penemuan Baterai

cdn.britannica.com

Agrozine.id – Inilah hewan yang menginspirasi penemuan baterai. Belut listrik  atau sidat listrik (Electrophorus electricus) adalah sejenis ikan air tawar yang dapat menghasilkan aliran listrik kuat, sampai 850 volt. Walaupun disebut sidat atau belut, ia termasuk anggota ordo Gymnotiformes, yang tidak mencakup keduanya. Hewan ini justru lebih berkerabat dengan lele dibanding belut pada umumnya.

Belut listrik biasa ditemukan di Sungai Amazon dan Sungai Orinoko di Amerika Selatan, serta daerah-daerah di sekitarnya. Habitat favoritnya adalah perairan berarus tenang yang dipenuhi lumpur. Selain itu, kondisi habitatnya yang berair keruh membantu hewan ini berkamuflase dari predator atau mangsa. Mereka muncul ke permukaan setiap sepuluh menit sekali karena bernapas menggunakan udara yang diambil dari atmosfer.

Belut listrik bisa tumbuh hingga panjang 2,5 m dan berat 20 kg, walaupun biasanya ukuran rata-ratanya adalah 1 m. Tubuhnya berbentuk silindris, bisa berwarna putih, hitam, biru, ungu, atau abu-abu.

Sekitar 80 persen organ tubuh belut listrik bisa menghasilkan aliran listrik. Hewan ini memakai energi tersebut untuk mempertahankan diri dari predator atau untuk menyerang mangsanya. Hewan ini punya lebih kurang 6 ribu sel (dikenal sebagai electrocyte) yang menghasilkan listrik.

Bentuk tubuh belut listrik unik, hampir 7/8 bagian tubuhnya berupa ekor. Di bagian ekor inilah terdapat baterai-baterai kecil berupa lempengan-lempengan kecil yang horizontal dan vertikal. Jumlahnya sangat banyak, lebih dari 5.000 buah.Tegangan listrik tiap baterai kecil ini tidak besar, tetapi kalau semua baterai dihubungkan secara berderet (seri), akan diperoleh tegangan listrik sekitar 600 volt. Ujung ekor bertindak sebagai kutub positif baterai dan ujung kepala bertindak sebagai kutub negatif. Hewan ini dapat mengatur hubungan antara baterai kecil dalam tubuhnya itu untuk mendapat tegangan listrik kecil dan tegangan listrik besar.

Untuk navigasi, belut listrik hanya membutuhkan tegangan listrik yang kecil. Karena hewan ini memiliki penglihatan yang buruk, mereka mengeluarkan listrik level rendah (sampai 10 volt) yang membantu mereka merasakan lingkungan sekelilingnya dan mendeteksi mangsa. Ketika berhadapan dengan musuh atau mangsanya, hewan ini akan memberikan tegangan semaksimal mungkin melalui kepala dan ekornya yang ditempelkan pada tubuh mangsanya.

Belut listrik bisa menghasilkan kejutan listrik yang bisa melumpuhkan seekor kuda. Selain itu, belut yang berukuran  relatif besar bisa menghasilkan energi listrik yang cukup untuk menyalakan dua belas lampu pijar.

Musim kawin belut listrik terjadi selama kemarau. Pejantannya menggunakan air liur untuk membuat sarang telur. Betinanya bisa bertelur sampai 17 ribu butir. Baik jantan dan betina menjaga keturunannya sampai usia remaja.

Belut listrik yang baru menetas memangsa invertebrata kecil. Mereka juga mengincar sarang belut lain dan memangsa telurnya. Mereka bisa hidup sampai umur 15 tahun di alam liar dan sampai 22 tahun di lingkungan terkendali. Setelah dewasa, hewan ini memangsa ikan, amfibi, burung, dan mamalia kecil. Hewan ini juga bisa bekerjasama satu sama lain untuk “menyetrum” mangsanya. (das)

Kunjungi Nursery Tanaman Hias Keren di Kota Bogor, Ini Link-nya:

IG : @amani.jungle

Tiktok : amani.jungle

Yuk, tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here