Home Biodiversitas Mengenal Kantong Semar, Tumbuhan Unik Pemakan Serangga

Mengenal Kantong Semar, Tumbuhan Unik Pemakan Serangga

monaconatureencyclopedia.com

Agrozine – Kantong semar merupakan salah satu tumbuhan yang unik, beda dari tumbuhan umumnya. Biasanya tumbuhan mendapatkan nutrisi dari dalam tanah, namun tumbuhan ini menangkap serangga sebagai sumber nutrisinya.

Kantong semar adalah tumbuhan yang tergabung dalam genus Nepenthes dan termasuk dalam famili Nepenthaceae. Genus ini merupakan tumbuhan karnivora di kawasan tropis Dunia Lama, kini meliputi negara Indonesia, Republik Rakyat Tiongkok bagian selatan, Indochina, Malaysia, Filipina, Madagaskar bagian barat, Seychelles, Kaledonia Baru, India, Sri Lanka, dan Australia. Habitat tumbuhan kantong semar dengan spesies terbanyak ialah di pulau Kalimantan dan Sumatra.

Bentuk tumbuhan ini terbilang unik, mengantong dan membulat pada bagian ujungnya. Ada yang bilang mirip tokoh pewayangan Semar dengan perut buncitnya. Karena itulah, tumbuhan ini diberi nama Kantong Semar. Ada sekitar 160 spesies Nepenthes yang diakui secara resmi pada saat ini. Tumbuhan ini dapat mencapai tinggi 15–20 m dengan cara memanjat tanaman lainnya, walaupun ada beberapa spesies yang tidak memanjat.

Kantong semar merupakan tumbuhan pemakan daging seperti serangga dan hewan-hewan kecil. Pada ujung daun terdapat sulur yang dapat termodifikasi membentuk kantong, yaitu alat perangkap yang digunakan untuk memakan mangsanya (misalnya serangga, pacet, anak kodok) yang masuk ke dalam. Kantong ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang tidak tersedia pada habitat tumbuh.

Banyak yang menyangka kantong pada tumbuhan kantong semar adalah bunga dari tumbuhan ini. Padahal bukan, kantong ini merupakan daun yang sudah termodifikasi. Kantong khusus pada tumbuhan kantong semar ini dilapisi oleh lilin yang sangat licin sehingga menyulitkan serangga yang sudah terperangkap dalam kantong ini untuk naik dan keluar. Kantong ini juga menghasilkan cairan asam yang bernama proteolase yang  berfungsi untuk mencerna kerangka keras dan daging serangga.

Pada umumnya, Nepenthes memiliki tiga macam bentuk kantong, yaitu kantong atas, kantong bawah, dan kantong roset. Berikut ini penjelasannya…

Kantong Atas

Kantong atas adalah kantong dari tanaman dewasa, biasanya berbentuk corong atau silinder, tidak memiliki sayap, tidak mempunyai warna yang menarik, bagian sulur menghadap ke belakang dan dapat melilit ranting tanaman lain. Kantong atas lebih sering menangkap hewan yang terbang seperti nyamuk atau lalat, kantong jenis ini jarang, bahkan tidak ditemui pada beberapa spesies, contohnya N. ampullaria.

Kantong Bawah

Kantong bawah adalah kantong yang dihasilkan pada bagian tanaman muda yang biasanya tergeletak di atas tanah, memiliki dua sayap yang berfungsi sebagai alat bantu bagi serangga tanah seperti semut untuk memanjat mulut kantong dan akhirnya tercebur dalam cairan berenzim di dalamnya.

Kantong Roset

Kantong roset memiliki bentuk yang sama seperti kantong bawah, tetapi kantong roset tumbuh pada bagian daun berbentuk roset. Contoh spesies yang memiliki kantong jenis ini adalah N. ampullaria dan N. gracilis.

Beberapa tanaman terkadang mengeluarkan kantong tengah yang berbentuk seperti campuran kantong bawah dan kantong atas.

Tanaman ini memiliki penyebaran yang sangat luas dari pinggir pantai sampai dataran tinggi, karena inilah nepenthes dibagi dalam dua jenis, yaitu jenis dataran tinggi dan jenis dataran rendah. Namun, kebanyakan spesies tumbuh di dataran tinggi. Spesies yang tercatat tumbuh di ketinggian paling tinggi adalah N. lamii, yaitu di ketinggian 3,520 m.

Kebanyakan spesies tumbuh di tempat dengan kelembapan tinggi dan cahaya dengan tingkat menengah hingga tinggi. Beberapa spesies seperti N. ampullaria tumbuh di tempat yang teduh dengan tidak terlalu banyak cahaya, sedangkan N. mirabilis tumbuh ditempat yang terbuka dengan cahaya yang berlimpah.

Beberapa spesies tumbuh di tempat yang sangat beracun bagi tanaman lain, seperti N. rajah yang tumbuh pada tanah dengan kandungan logam berat dan N. albomarginata yang tumbuh pada pantai berpasir di zona yang terkena siraman air laut. Beberapa spesies tumbuh epifit seperti N. inermis yang tumbuh tanpa bersentuhan dengan tanah. Tanaman ini tumbuh di tanah marginal miskin unsur hara, terutama nitrogen (Seperti tanah gambut, kerangas, tanah kapur, rawa).

Kelelawar berbulu wol (genus Kerivoula) bersimbiosis dengan kantong semar. kelelawar tersebut tidur di dalamnya sambil melindungi diri dari serangga yang akan tergelincir jatuh ke dalam kantong semar. Kotoran kelelawar menjadi nutrisi bagi kantong semar.

Di Indonesia setidaknya terdapat 85 jenis kantong semar. Habitat terbanyak berada di Kalimantan dan Sumatera. Sayangnya, kekayaan jenis tanaman ini masih kurang mendapat perhatian. Menurut data IUCN Red List, setidaknya ada 27 spesies terancam punah, 4 diantaranya merupakan spesies dengan status Critically Endengered (Kritis).

Demikianlah pengenalan tentang tumbuhan kantong semar. Semoga bermanfaat dan memotivasi kamu untuk ikut menjaga dan melestarikannya. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here