Home Kelautan Inilah Kerang Raksasa Terbesar di Dunia, Tridacna Gigas!

Inilah Kerang Raksasa Terbesar di Dunia, Tridacna Gigas!

reproductionsystemsxhs.weebly.com

Agrozine – Kerang adalah hewan yang memiliki cangkang untuk melindungi dirinya. Biasanya, kerang yang biasa kita makan memiliki ukuran yang kecil. Namun, jenis kerang ini memiliki ukuran raksasa. Kali ini Agrozine akan mengenalkan kamu pada kerang super besar yang bernama ilmiah Tridacna gigas.

Kima raksasa (Tridacna gigas) merupakan hewan dari kelas Bivalvia yang artinya biota ini bertubuh lunak dan dilindungi sepasang cangkang bertangkup seperti kerang lainnya. Kima raksasa ini memiliki ukuran tubuh lebih dari 1,3 meter dan berat kerang ini bisa mencapai 250 kilogram. Bagian dalam kerang yang lunak ini memiliki kurang lebih 10 persen dari keseluruhan beratnya.

Rekor spesimen kima raksasa terbesar dipegang oleh cangkang kima asal Indonesia, tepatnya dari Pantai Barat Tapanuli, Sumatra Utara yang ditemukan 1817. Ukuran panjang cangkang kima tersebut mencapai 137 cm dengan berat sekitar 250 kg. Saat ini, cangkang kima pemegang rekor itu menjadi koleksi sebuah museum di Irlandia Utara. Rekor untuk spesimen kima terberat, yaitu cangkang yang berasal dari Pulau Ishagaki, Jepang. Kima tersebut memiliki panjang cangkang 115 cm dengan berat 333 kg.

Umur rata-rata kerang ini di alam liar lebih dari 100 tahun. Kima memiliki peran penting dalam ekosistem karena ia menjadi filter alami air laut dan cangkangnya menjadi tempat hidup berbagai biota terumbu karang. Keberadaan Kima juga mengindikasikan bahwa air laut tersebut masih baik kualitasnya atau belum tercemar.

Kima raksasa bisa ditemukan di perairan hangat seperti Samudera Pasifik Selatan dan Samudera Hindia pada kedalaman sekitar 20 meter di bawah permukaan laut.

Kima bernafas dengan menggunakan insang, alat gerak berupa kaki perut yang dimodifikasi untuk menggali pasir atau dasar perairan. Beberapa jenis melekatkan diri pada substrat berbatu dengan organ yang disebut byssus.

Cangkang kima raksasa dapat membuka dan menutup. Hal ini membuat ganggang laut dapat tumbuh di dalam cangkang kima raksasa. Kedua makhluk ini kemudian membentuk simbiosis yang menguntungkan. Ketika cangkang kima raksasa membuka, ganggang laut melakukan fotosintesis. Sebagian hasil fotosintesis dari ganggang diserap oleh kima raksasa. Sebagai gantinya, cangkang kima raksasa menjadi tempat perlindungan bagi ganggang laut.

Ada sebuah mitos yang beredar di wilayah Pasifik Selatan tentang kerang raksasa ini. Konon, kima raksasa bisa memerangkap dan memakan penyelam yang berada di dekat mereka. Kenyataannya, kerang ini sama sekali tidak berbahaya. Tidak ada catatan kematian manusia yang disebabkan oleh kima raksasa. Menurut ilmuwan, otot yang digunakan untuk menggerakkan cangkang kerang bergerak terlalu lambat untuk bisa memerangkap manusia. Kima raksasa lebih memilih untuk menutup cangkangnya dibandingkan mencoba untuk memangsa manusia.

Kima dewasa bersifat menetap di dasar perairan, sebagian besar sumber makanan didapat dari zooxanthellae dan sisanya dari filter feeding. Di siang hari kima membuka cangkangnya agar zooxanthellae mendapatkan sinar matahari. Saat mendapatkan gangguan, kima akan merespon dengan menutup cangkangnya secara perlahan. Beberapa jenis kima juga akan menyemprotkan air untuk mengusir ikan-ikan predator saat menarik mantelnya ke dalam cangkang.

Saat masih muda, kima semuanya berkelamin jantan, tetapi setelah dewasa kerang raksasa ini berubah menjadi hermaprodit (memiliki dua alat kelamin di satu tubuh). Setiap satu individu dapat menghasilkan sperma dan sel telur. Namun, proses pematangan keduanya tidak terjadi secara bersamaan sehingga pembuahan dari satu individu tidak terjadi. Sifat pemijahan ini secara alami menguntungkan karena dapat menghindari terjadinya pembuahan sendiri yang dapat menghasilkan keturunan yang inferior.

Kima raksasa dapat melakukan reproduksi dengan cara bertelur. Kima raksasa menyebarkan telurnya ke air karena mereka tidak bisa membuahi diri sendiri meskipun mereka termasuk hermafrodit . Dalam satu kali penyebaran, kima raksasa bisa melepaskan hingga 500 juta telur.

Ketika kima raksasa melepaskan telurnya, kima raksasa lain yang berada di sekitarnya akan melepaskan sperma. Dengan cara inilah kerang ini dapat berkembang biak.

Kima raksasa termasuk satwa yang dilindungi oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Kima raksasa termasuk ke dalam status rentan. Populasi hewan ini juga terus berkurang. Kima raksasa dapat diolah menjadi makanan. Selain itu, cangkangnya yang indah membuat orang ingin menjadikannya sebagai koleksi. Perburuan yang berlebihan ini membuat populasi kima raksasa berkurang.

Demikian pengenalan tentang kerang atau kima raksasa. Semoga bermanfaat dan bisa memotivasi kamu untuk turut serta menjaga kelestarian kerang langka ini. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here