Home Hortikultura Mengenal Daun Pohpohan, Lalapan Berkhasiat Obat

Mengenal Daun Pohpohan, Lalapan Berkhasiat Obat

efloraofindia.com

Agrozine  Ini dia daun lalapan khas Sunda. Daun pohpohan sering dikonsumsi masyarakat Jawa Barat sebagai lalapan karena daunnya sangat lunak dan memiliki aroma yang khas berbau harum. Pohpohan juga sering ditanam sebagai tanaman pagar atau ornamental.

Pohpohan diketahui berasal dari daerah Himalaya tropis bagian timur dan Jawa. Pohpohan tersebar di Vietnam, Taiwan, India, Indonesia, Sri Lanka dan daratan Tiongkok (Yunnan, Hainan, Tibet, Guangdong, dan Guangxi). Tanaman ini tumbuh di ketinggian 700 sampai 1.750 meter di atas permukaan laut.

Pohpohan merupakan tanaman terna, tumbuh tegak, dan termasuk dalam famili Urticaceae yang tingginya dapat mencapai 2 m. Pohpohan tumbuh tegak, berupa herba monoecious (berumah satu) atau dioecious (berumah dua).

Pohpohan dapat tumbuh subur di daerah pegunungan, khususnya di daerah Jawa Barat. Pohpohan tumbuh di daerah lembap, baik yang mengandung sedikit atau banyak humus, di hutan-hutan dan di pinggir-pinggir jalan. Tanaman ini dapat dibiakkan secara stek atau menggunakan biji.

Pohpohan memiliki ukuran daun 6-20 cm x 2-10 cm, dan tangkai daunnya memiliki panjang 1-5 cm. Helaian daun berbentuk bulat meruncing (oblong-lanceolate) atau berbentuk elips, tepi daun bergerigi (serrate) dengan dasar daun tumpul dan ujungnya runcing, dan pertulangan daun melengkung.

Bunga berada pada tangkai, dengan tangkai bunga lebih panjang daripada tangkai daun. Pohpohan memiliki bunga tidak sempurna (terdiri dari bunga jantan dan betina), biasanya bunga betina berada di bawah bunga jantan, berwarna putih atau hijau keputihan, dengan benang sari sebanyak kepala putik.

Daun pohpohan merupakan daun bergizi. Kandungan gizi yang terdapat dalam daun pohpohan (per 100 gr), yaitu:

  • Air 87,4 gr
  • Besi 5,9 mg
  • Energi 37 Kal
  • Fosfor 80,0 mg
  • Kalsium (Ca) 744,0 mg
  • Karbohidrat 6,9 gr
  • Lemak 0,8 gr
  • Protein 2,5 gr
  • Vitamin A 900 RE
  • Vitamin B1 0,03 mg
  • Vitamin C 5 mg

Dengan melihat komposisinya, daun pohpohan lebih tinggi kandungan kalsiumnya jika dibandingkan dengan sayuran lain. Tubuh manusia sangat memerlukan kalsium untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang dan gigi pada masa pertumbuhan anak-anak hingga remaja, pada saat hamil, dan selama masa menyusui. Kecukupan kebutuhan kalsium juga dapat mencegah pengapuran pada tulang (osteoporosis) pada usia dewasa.

Tumbuhan yang biasa ditemui di kawasan pegunungan Jawa Barat ini dikenal memiliki manfaat yang luar biasa sebagai obat untuk luka bakar. Oleh masyarakat setempat, sejak dahulu daun pohpohan kerap digunakan untuk mengobati luka bakar. Daun pohpohan memiliki beberapa kandungan zat yang mampu memulihkan struktur jaringan kulit yang rusak akibat luka bakar.

Salah satu alasan mengapa daun lalapan tersebut bisa digunakan untuk penyembuhan luka bakar adalah karena terdapatnya struktur fitokimia. Struktur tersebut terdiri dari senyawa golongan alkaloid, polifenol, tanin, flavonoid, steroid, monoterpenoid dan seskuiterpenoid, dan kuinon.

Daun Pohpohan memiliki kandungan antiseptik alami jika diolah dan dioleskan langsung ke bagian kulit yang terkena luka. Adanya kandungan flavonoid dan tannin bisa membuat diameter luka mengecil saat kering hingga 2% jika diobati menggunakan daun pohpohan.

Selain untuk menyembuhkan luka bakar, daun ini juga memiliki khasiat untuk mengontrol tekanan darah tinggi, meringankan gejala PMS, hingga menambah cairan tubuh. Masyarakat Sunda di Jawa Barat zaman dahulu juga menggunakan daun pohpohan untuk membantu menumbuhkan gigi pada bayi. Selain itu, digunakan juga untuk menguatkan tulang pada anak dengan dikonsumsi sebagai lalap. Jadi, jangan lupa ya untuk menambahkan daun pohpohan ke dalam daftar sayuranmu. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here