Home Biodiversitas Mengenal Jenggot Musa, Tumbuhan Tanpa Media Tanam

Mengenal Jenggot Musa, Tumbuhan Tanpa Media Tanam

islandlifenc.com

Agrozine – Jika ada tumbuhan yang tidak membutuhkan tanah atau media tanam lainnya, inilah tumbuhannya. Jenggot musa termasuk kedalam air plant atau tumbuhan udara yang tidak perlu tanah atau media tumbuh. Tumbuhan unik ini biasa dipajang tergantung menghiasi halaman rumah.

Tanaman ini berupa helaian-helaian batang kecil berwarna putih  yang panjang menjuntai seperti jenggot. Karena itu, orang menyebutnya dengan jenggot musa atau jenggot kakek. Jenggot musa disebut juga lumut spanyol (spanish moss).

Tanaman ini banyak tumbuh di Meksiko, Amerika Tengah dan Selatan, Hindia Barat dan Queensland, Australia. Jenggot musa tumbuh di wilayah tropis dan subtropis pada ketinggian 0 hingga lebih dari 3.000 meter yang beriklim hangat dengan kelembapan rata-rata hingga tinggi. Jadi, tanaman ini juga cocok tumbuh di Indonesia.

Tumbuhan jenggot musa biasanya tumbuh subur di dahan pohon besar seperti pohon oak dan sancang. Jenggot musa tumbuh tergantung di cabang pohon tersebut di bawah sinar matahari penuh atau teduh parsial. Panjangnya sendiri bisa mencapai hingga 6 meter.

Jenggot musa berkembang biak dari biji dengan bantuan angin dan burung. Bunganya berwarna cokelat, hijau, kuning, atau abu-abu berukuran kecil dan tidak mencolok. Bunganya yang mekar pada periode musim panas akan tercium harum di pagi hari atau saat cahaya meredup.

Uniknya, tanaman ini menyerap kelembapan dan nutrisi terutama kalsium dari udara dan air. Batang tipisnya ditutupi dengan sisik abu-abu yang merupakan daun kecil.

Tanaman ini tidak memiliki akar sehingga daun-daun kecil ini membantu menyerap nutrisi dan kelembapan.

Jenggot musa terdiri dari satu atau lebih batang ramping, bantalan tipis, melengkung atau keriting, dan daun yang bersisik tebal dengan panjang 2–6 cm dan lebar 1 mm, yang tumbuh secara vegetatif dalam rantai seperti fashion (liontin), membentuk struktur gantung hingga 6 m.

Jenggot musa berkembang biak dengan biji maupun secara vegetatif dengan fragmen yang terbawa angin dan menempel pada dahan pohon atau yang dibawa ke lokasi lain oleh burung sebagai bahan sarang.

Jenggot musa bukanlah parasit, melainkan epifit yang menyerap nutrisi dan air melalui daunnya sendiri dari udara dan hujan yang turun ke atasnya. Meskipun kehadirannya jarang mematikan pohon tempatnya tumbuh, tetapi kadang-kadang menjadi begitu lebat sehingga memperlambat laju pertumbuhan pohon.

Jenggot musa melindungi sejumlah makhluk, termasuk ular tikus dan tiga spesies kelelawar. Satu spesies laba-laba pelompat , Pelegrina tillandsiae, hanya ditemukan pada tanaman ini.

Berikut ini beberapa varietas dan kultivar dari tanaman jenggot musa:

  • Tillandsia ‘Munro’s Filiformis’ :Varietas alami dengan daun hijau yang sangat halus yang berasal dari Paraguay dan juga dikenal di Amerika Serikat dengan nama dagang Tillandsia usneoides El Finito dan Silver Ghost
  • Tillandsia ‘Odin’s Genuina’ : Varietas alami dengan kelopak bunga berwarna cokelat yang berasal dari Guatemala dan Meksiko
  • Tillandsia‘Emas Spanyol’
  • Tillandsia‘Kencang dan Keriting’
  • Tillandsia ‘Maurice’s Robusta’

Hibrida

  • Tillandsia ‘Nezley’ (Tillandsia usneoides × mallemontii)
  • Tillandsia ‘Kimberly’ (Tillandsia usneoides × recurvata)
  • Tillandsia ‘Emas Orang Tua’ (Tillandsia crocata × usneoides)

Tumbuhan anggun ini pada zaman kuno dimanfaatkan untuk serat dalam pembuatan tembikar. Saat ini terutama digunakan sebagai hiasan dan sebagai obat-obatan dan bahan kosmetik. Tumbuhan jenggot musa ini berkhasiat untuk mengobati penyakit kulit, diabetes, kolesterol, rematik, kanker, dan menurunkan tekanan darah tinggi.

Jenggot musa telah digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk insulasi bangunan, mulsa, bahan pengemas, isian kasur, dan serat. Pada awal 1900-an digunakan secara komersial di bantalan jok mobil. Lebih dari 10.000 ton jenggot musa yang diproduksi pada tahun 1939. Saat ini, jenggot musa dikumpulkan dalam jumlah yang lebih kecil untuk digunakan dalam seni dan kerajinan, sebagai alas tidur untuk taman bunga, dan sebagai bahan pembuatan bousillage, ramuan tradisional, dan bahan penutup dinding.

Di daerah gurun Amerika Serikat bagian barat daya, jenggot musa kering digunakan dalam pembuatan pendingin evaporatif, yang banyak digunakan untuk mendinginkan rumah dan kantor, lebih murah daripada AC. Teknologi pendinginnya menggunakan pompa yang menyemprotkan air ke alas yang terbuat dari tanaman jenggot musa. Kemudian, kipas menarik udara melalui bantalan dan masuk ke dalam gedung. Penguapan air pada bantalan berfungsi untuk menurunkan suhu udara sehingga mendinginkan bangunan.

Demikianlah informasi mengenai tanaman jenggot musa. Semoga bermanfaat dan bisa memotivasi kamu untuk menjaga kelestarian tanaman yang unik ini. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here