Home Perikanan Teknik Budidaya Ikan Kakap Putih di Tambak

Teknik Budidaya Ikan Kakap Putih di Tambak

Agrozine.id – Kakap merupakan salah satu jenis ikan karnivora. Ikan kakap dapat hidup di perairan laut, payau dan air tawar. Di Indonesia jenis ikan kakap yang paling populer adalah kakap merah dan kakap putih. Dalam artikel ini agrozine akan membahas teknik budidaya ikan kakap putih di tambak.

Kakap putih (Lates calcalifer) merupakan komoditas perikanan yang memiliki nilai tinggi dan laris di pasar baik pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri. Ikan kakap putih dalam perdagangan internasional dikenal dengan nama barramundi atau giant seaperch.

Ikan kakap putih memang tidak sepopuler kakap merah. Namun saat ini kakap putih tengah didorong sebagai komoditas unggulan di sektor perikanan Indonesia sehingga budidaya ikan ini akan memiliki peluang bisnis yang menguntungkan.

Budidaya Ikan Kakap Putih

Berikut adalah teknik budidaya ikan jenis kakap putih dengan  menggunakan media tambak:

1. Pemilihan lokasi

Ikan kakap putih merupakan ikan yang di muara sungai hingga lepas  kadar garam 0-40 ppt. Dalam budidaya ikan kakap putih pemilihan lokasi menjadi salah satu kunci keberhasilan. Lokasi tambak yang baik untuk budidaya ikan kakap putih memiliki kriteria sebagai berikut:

  • bebas banjir
  • bebas dari pencemaran baik limbah industri maupun sampah
  • dapat menahan air
  • tidak mudah longsor
  • gunakan tanah liat yang dicampur dengan endapan pasir

Kondisi lingkungan

  • sanitasi 15-35 ppt
  • suhu 25-32 derajat
  • pH 5-8
  • amonia dan nitrit air dibawah 0,01 ppm

Konstruksi tambak

  • buat besar petakan berukuran 3.000 meter
  • konstruksi tambak harus kuat
  • kedalaman tambak yang sesuai 1-1,5 meter

2. Persiapan tambak

Kegiatan persiapan tambak dilakukan sebelum penebaran benih ikan kakap putih yang dilakukan dengan pengeringan petakan, pengapuran dasar untuk mensatbilkan pH tanah dan pemupukan untuk menumbuhkan plankton jika air tambak yang digunakan adalah air yang sangat jernih.

Dalam persiapan tambak juga bisa dilakukan sekaligus pemilihan benih. Benih ikan kakap putih yang digunakan haruslah benih yang berkualitas baik sehingga akan menghasilkan panen yang optimal. Benih yang baik memiliki ciri sebagai berikut:

  • ukuran seragam
  • tidak cacat fisik
  • bebas dari penyakit
  • aktif ketika ditangkap
  • sisik cerah
  • memiliki mata yang terang
  • bergerak aktif dan cepat ketika diberi makan

Sebelum ditebarkan perlu dilakukan persiapan benih yaitu dengan cara benih ikan berukuran 2-4 cm didiamkan dalam bak dengan sirkulasi yang cukup dan biarkan benih ikan tetap di dalam bak sampai mencapai ukuran 5-10 cm. Proses yang dibutuhkan untuk benih ikan kakap putih mencapai ukuran 10 cm adalah sekitar 60 hari. Setelah itu barulah pindahkan ikan ke dalam tambak untuk proses pembesaran.

3. Pemberian pakan dan pemeliharaan

Pakan ikan kakap putih antara lain ikan segar seperti ikan lemuru, ikan tamban dan ikan selar. Selain itu kakap putih juga bisa diberi pakan berupa pelet khusus ikan. Berikan pakan dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari.

Pemeliharaan kakap putih yang perlu diperhatikan adalah kecerahan air. Pertahankan kecerahan air antara 30-40 ppt. Selain itu juga perlu diperhatikan ikan yang sakit atau nafsu makannya menurun. Jika ikan menunjukkan gejalan nafsu makan turun, gelisah, warna tubuh pucat dan lendir meningkat dan menunjukkan gejala penyakit lainnya segera atasi dengan merendam ikan dalam formalin selama 30 menit atau direndam di air tawar selam 10-15 menit.

4. Panen

Tahapan terakhir dari teknik budidaya ikan kakap putih adalah pemanenan. Ikan kakap putih dapat dipanen setelah berumur 5-7 bulan atau ketika sudah berukuran 0,5 sampai 0,75 kg. Panen dapat dilakukan dengan bantuan jaring atau dengan menggiring ikan untuk dikumpulkan ditempat yang sama.

Baca Juga : Intip Cara Budidaya Ikan Wader Pari

Demikian teknik budidaya ikan kakap putih di tambak. Tertarik untuk mencobanya? (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here