Home Kampus Dosen IPB University Ajari Petani Kopi Budidaya Lebah Tanpa Sengat

Dosen IPB University Ajari Petani Kopi Budidaya Lebah Tanpa Sengat

Agrozine.id – Salah satu dosen muda dari Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB University, Nadzirum Mubin SP MSi bekerja sama dengan Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI) untuk memberikan pelatihan budidaya lebah tanpa sengat kepada petani kopi Cikuda Mulya, Kampung Cikuda Mulya Kecamatan Pamijahan Bogor.

Pelatihan yang dilakukan di Kecamatan Pamijahan ini dihadiri oleh petani kopi Arabika dan Robusta Cikuda Mulya. Program pelatihan ini merupakan bagian dari tugas habituasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemendikbud 2020.

Dijelaskan oleh dosen IPB University ini buah kopi yang diolah menjadi kopi yang dihidangkan dalam secangkir gelas membutuhkan waktu dan proses yang lama. Selain itu bunga kopi ini juga berperan penting bagi serangga penyerbuk dalam ekosistem. Sebelum diolah, buah kopi ini membutuhkan waktu lama dan membutuhkan bantuan serangga penyerbuk untuk penyerbukan sampai pembungaan kopi. Untuk itulah mengapa budidaya lebah tanpa sengat cocok bagi para petani kopi.

Nah proses penyerbukan kopi ini pada umumnya dibantu oleh lebah secara alami tanpa campur tanga manusia. Introduksi lebah pada suatu perkebunan mampu meningkatan produksi buah dan biji dari suatu tanaman.  Jenis lebah yang sering dijumpai sebagai penyerbuk tanaman kopi adalah Apis sp atau lebah dengan sengat.

“Banyak petani dan masyarakat awam tidak berani memanfaatkan jenis lebih ini karena  bisa menyengat dan melukai orang di sekitarnya.  Selain itu lebah jenis Apis sp ini memiliki harga kisaran koloni yang relatif mahal dan tidak tahan dengan gangguan manusia di sekitarnya. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan ditemukan jenis lebah yang pertahanannya tidak menggunakan sengat atau sering dikenal dengan lebah tanpa sengat”, ujar Nadzirum menanggapi soal budidaya lebah tanpa sengat .

Baca Juga : Profil Sukses Pembudidaya Lebah Madu Asal IPB

Adapun kelompok lebah tanpa sengat memiliki banyak jenis. Salah satunya adalah Tetragonula laevices. Selain tidak memiliki sengat, lebah ini mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan sekitarnya dan lebih tahan terhadap gangguan manusia, lebih mudah dikembangbiakkan, mampu menghasilkan madu dengan kandungan antioksidan yang tinggi, menghasilkan propolis dan yang paling utama adalah lebah tanpa sengat bersifat generalis karena mampu menyerbuki beragam jenis bunga.

Dikatakan Nadzirun, proses budidaya lebah tanpa sengat ini cukup mudah. Jika sudah menemukan koloni lebah, tinggal menydiakan kotak berukuran 10 x 10 x 30 cm yang terbuat dari kayu atau bambu.

Baca Juga : Budidaya Lebah Dan Perbedaan Jenis Sengat

“Pemanfaatan lebah tanpa sengat di perkebunan kopi adalah suatu upaya untuk meningkatkan produksi kopis sehingga petani mendapatkan keuntungan berupa madu dan propolis. Dengan demikian, ketika produksi kopi meningkat petani akan mendapatkan keuntungan berupa madu dan propolis sehingga keuntungan finansial juga meningkat”, ujar dosen muda IPB University ini. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here