Home Biodiversitas Jenis-Jenis Flora di Wilayah Kutub Utara dan Selatan Bumi

Jenis-Jenis Flora di Wilayah Kutub Utara dan Selatan Bumi

commons.wikimedia.org

Agrozine – Wilayah Kutub merupakan tempat terdingin di dunia. Suhu rata-ratanya bisa mencapai minus puluhan derajat, bahkan saat musim panas. Berbeda dengan daerah lainnya, kawasan kutub selalu ditutupi salju dan es sepanjang tahun. Karena selalu diselimuti salju dan es, kutub berwarna putih. Bahkan bisa dikatakan hampir tidak ada tanah berwarna cokelat tempat tanaman tumbuh.

Apakah di kutub ada tanaman? Mayoritas kawasan kutub ditutupi salju dan es permanen. Hanya sedikit wilayah ini yang bebas es dan bisa ditumbuhi tanaman. Jenis tanamannya pun tidak bisa beragam. Hanya tanaman yang tahan terhadap suhu dingin hingga minus puluhan derajat yang dapat hidup. Kali ini Agrozine akan memperkenalkan flora yang tumbuh di wilayah kutub, baik kutub Selatan (Antartika) maupun Kutub Utara (Arktik).

Flora di Kutub Selatan (Antartika)

Kutub Selatan jauh lebih dingin dibandingkan dengan Kutub Utara. Suhu pada Kutub Selatan di musim dingin mencapai -60 derajat Celcius, sedangkan pada musim panas mencapai -28,2 derajat Celcius. Pada tanggal 22 Desember-20 Maret, kutub selatan Bumi makin condong ke arah Matahari dan mengalami musim panas.

Antartika tidak hanya diselimuti salju, es dan suhu dingin saja. Kawasan ini akan mengalami malam kutub atau kegelapan malam selama berbulan-bulan. Jadi, proses fotosintesis hampir tidak dapat berlangsung selama malam kutub terjadi. Tanaman hanya bisa berfotosintesis ketika musim panas yang singkat tiba di Antartika.

Kawasan ini awalnya dikenal hanya memiliki dua spesies tanaman berbunga, yakni rumput rambut Antartika (Deschampsia antartica) serta lumut mutiara Antartika (Colobanthus quitensis). Kedua spesies tanaman ini dapat ditemui di Kepulauan Orkney Selatan, Kepulauan Shetland Selatan, serta di sepanjang Semenanjung Antartika Barat. Ilmuwan menemukan kedua spesies tanaman ini, khususnya lumut, dapat berkembang dan bertahan hidup di kawasan bersuhu ekstrem.

Pada tahun 2017, Ilmuwan India dari Central University of Punjab berhasil menemukan spesies lumut baru dalam ekspedisinya ke Benua Antartika. Tanaman ini diberi nama Bryum bharatiensis. Lumut ini tumbuh dan berkembang di wilayah penguin dalam jumlah besar.

Kotoran penguin yang mengandung banyak nitrogen sehingga memberi nutrisi penting bagi tanaman di Antartika. Bisa dikatakan bahwa seluruh tanaman di benua ini bisa tumbuh dan berkembang berkat kotoran penguin.

Sama seperti tanaman lainnya, spesies lumut ini tetap membutuhkan sinar matahari. Ketika musim dingin tiba, suhu Antartika akan turun hingga minus puluhan derajat, saat inilah Bryum bharatiensis mengering hingga hampir jadi benih. Namun, ketika musim panas tiba dan Antartika menjadi agak hangat, lumut ini akan berkecambah dan tumbuh dengan baik. Lumut yang mengering ini akan menyerap air es dan salju yang mencair karena panas matahari.

Flora di Kutub Utara (Arktik)

Kutub Utara cenderung lebih hangat dibandingkan Kutub Selatan sehingga jenis floranya lebih beragam. Di Kutub Utara, suhunya mencapai -40 derajat Celcius saat musim dingin dan 0 derajat Celcius pada musim panas. Di belahan utara bumi, musim panas dimulai sekitar tanggal 21 Juni hingga 23 September.

Selain lumut, berikut ini tumbuhan yang ada di Kutub Utara adalah sandew, bunga poppy, dan semak willow.

Tumbuhan sandew memperoleh nutrisi tambahan dengan menjebak serangga menggunakan daunnya yang lengket.  Daunnya ditutupi oleh rambut khusus yang meneteskan cairan lengket di bagian ujung.  Serangga yang tertarik pada cairan berkilau itu akan terjebak pada rambut-rambut yang lengket.  Daun sandew kemudian perlahan mencengkram tubuh serangga dan rambut khususnya mengeluarkan cairan pencerna yang mengubah tubuh serangga menjadi seperti sup.  Lalu tumbuhan itu menyerap sup serangga. Kurang lebih sehari kemudian,  yang tersisa dari serangga hanya kulit yang kering dan kosong.

Bentuk bunga poppy  arktik mirip mangkuk. Bentuk tersebut berfungsi seperti piringan pemantul untuk memfokuskan cahaya matahari ke tengah bunga.  Bunga itu juga tumbuh mengikuti arah matahari.  Kedua bentuk adaptasi ini membantu menjaga biji tetap hangat sehingga bunga ini dapat berkembang cepat sebelum cahaya matahari musim panas menghilang.  Bunga poppy arktik tumbuh rendah dan bergerombol, seperti kebanyakan tumbuhan kutub.

Semak willow arktik dapat  bertahan hidup dengan merambat di tanah. Tinggi cabangnya tidak pernah melebihi dari 10 cm dari tanah, namun panjangnya lebih dari 5 m. Pucuk dan daunnya mengandung vitamin C lebih banyak dari buah jeruk.  Spesies willow endemis yang berasal dari Arktik, yaitu Salix arctica.

Demikian jenis-jenis flora di wilayah kutub bumi. Semoga bermanfaat dan memotivasi kamu untuk turut serta melestarikan aneka ragam flora di bumi ini. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here