Home Biodiversitas Sapi Jersey, Sapi Perah Kecil Penghasil Susu Berlimpah

Sapi Jersey, Sapi Perah Kecil Penghasil Susu Berlimpah

britannica.com

Agrozine Sapi perah penghasil susu selama ini identik dengan “Sapi Hitam Putih” karena pada umumnya peternak di Indonesia mayoritas memelihara sapi Friesian Holstein yang berwarna hitam putih. Namun, tahukah kamu bahwa ada jenis sapi penghasil susu lain yang telah dikomersialkan hasil susunya? Sapi itu bernama Jersey. Rasa susunya diklaim lebih creamy, gurih, dan membuat ketagihan.

Sapi ini diberi nama sesuai dengan asalnya, yaitu dari Pulau Jersey, sebuah pulau di selat Channel yang berada di perbatasan wilayah Prancis dan Inggris. Sapi ini warna kulitnya cokelat muda, atau berkisar antara abu-abu hingga hitam pekat, dan ada kalanya memiliki corak putih. Hidungnya berwarna hitam dengan moncong cenderung putih.

Beberapa ahli yang menelitinya meyakini bahwa nenek moyang sapi Jersey berasal dari Asia dan masih berkaitan dengan Bos brachyceros yang bermigrasi ke Eropa serta Afrika Utara hingga sampai di Swiss dan Prancis.

Di Prancis, Bos brachyceros dikawinkan dengan sekumpulan Bos primigenius untuk menghasilkan keturunan baru. Ketika Pulau Jersey bergabung dengan Prancis, sapi dari Normandia dan Brittany dibawa masuk ke Pulau Jersey dan beranakpinak menjadi sapi Jersey modern. Sapi Jersey merupakan salah satu dari 3 ras penghuni Channel Island. Sapi yang lainnya adalah sapi Guernsey dan Alderney (sudah punah). Selanjutnya, menyebar ke wilayah Inggris. Tahun 1860 mulai beredar di Amerika Serikat, Kanada, Afrika Selatan, hingga Selandia Baru. Kini, Jersey adalah sapi perah dengan populasi terbesar kedua di dunia.

Sapi Jersey memiliki postur tubuh yang mungil dengan bobot 450-500 kg. Dihiasi dengan bulu berwarna cokelat dan hidung berwarna hitam. Sapi ini tidak sejinak sapi Friesian Holstein. Sapi ini bersifat aktif, bahkan untuk pejantannya cukup agresif.

Sapi Jersey termasuk jenis sapi yang tangguh dan kuat. Sapi ini mampu beradaptasi dengan baik di berbagai iklim dan bahkan sangat cocok dipelihara di negara tropis. Sapi ini lebih tahan terhadap serangan penyakit mastitis (peradangan pada jaringan payudara).

Sapi ini lebih cepat dewasa daripada ras-ras sapi perah lainnya. Jadi, bila peternak membutuhkan produksi susu dalam waktu cepat dan jumlah banyak, memelihara sapi ini merupakan pilihan yang baik.

Sapi ini termasuk favorit di kalangan peternak yang menargetkan produksi susu dalam jumlah besar. Sapi ini dapat memproduksi susu dengan jumlah berlimpah, bisa mencapai 4.000 liter untuk sekali laktasi atau 25 hingga 27 liter susu dalam sehari.

Susu yang dihasilkan sangat kaya rasa dan creamy, tetapi tetap nyaman di mulut maupun di tenggorokan. Susunya memiliki kandungan nutrisi yang kompleks, meliputi vitamin A, B, D, dan E, mineral berupa zinc dan iodine. Susu sapi ini juga tinggi kalsium, fosfor, protein, dan lemak.

Menurut American Jersey Cattle Association (AJCA), susu sapi ini memiliki kandungan protein 15-20 persen lebih tinggi. Selain itu, kandungan kalsium 15-18 persen lebih tinggi daripada susu yang dihasilkan oleh sapi pada umumnya.

Tingkat creamy pada susu sapi ini bergantung pada kandungan lemak pada susu. Susunya mengandung kadar lemak yang lebih tinggi. Namun jangan khawatir karena lemak susu merupakan lemak baik yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Lemak ini terbagi menjadi tiga, yaitu lemak jenuh yang baik untuk organ hati dan saraf, lemak tak jenuh untuk melindungi kardiovaskular, dan lemak omega 3 yang penting untuk kesehatan jantung, otak, dan mata.

Demikianlah informasi tentang sapi Jersey. Semoga bermanfaat dan semoga memotivasi kamu untuk turut serta menjaga kelestarian satwa ini di alam. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here