Home Kehutanan KLHK Bangun Pusat Perbenihan dan Riset Hutan Tropika Skala Internasional

KLHK Bangun Pusat Perbenihan dan Riset Hutan Tropika Skala Internasional

Pusat Perbenihan dan Riset Hutan Tropika

Agrozine.id – Pembangunan Pusat Perbenihan dan Riset Hutan Tropika dengan skala internasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dilakukan guna menunjang penyediaan bibit yang berkualitas unggul untuk kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL).

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, menjelaskan selain membangun ini, juga membangun Persemaian Modern di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) untuk mendukung RHL. Pembangunan persemaian dilakukan pada Januari tahun 2021 dan akan ditata manajemen perbenihan yang baik.

Menteri LHK juga mengatakan, pembangunan persemaian dilakukan secara utuh meliputi pembangunan fisik produksi bibit, didukung oleh kebijakan kelembagaan sebagai persemaian nasional bahkan internasional, manajemen persemaian, serta peningkatan sumber daya manusia ahli benih dan bibit tanaman kehutanan.

Sejak tahun 2019 lalu, Pemerintah telah melakukan berbagai langkah dalam hal pemulihan lingkungan. Pusat-pusat persemaian dengan pola Kebun Bibit Rakyat, Kebun Bibit Desa dan Persemaian Permanen yang ada selama ini, masih sangat terbatas dibandingkan dengan kebutuhan untuk mengatasi kerusakan lingkungan. Hal tersebut juga mendasari pemerintah membangun persemaian skala besar di beberapa wilayah.

 Pusat Perbenihan dan Riset Hutan Tropika

Salah satu contoh wilayah yang rencananya akan dibangun Pusat Perbenihan dan Riset Hutan Tropika Internasional ada di Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pada Jumat (27/22/2020) kemarin, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri LHK meninjau calon lokasi tersebut.

Pusat Perbenihan dan Riset Hutan Tropika dengan skala internasional di Rumpin ini merupakan salah satu persemaian modern yang dibangun dengan luas 128 Hektare (Ha). Selain di Rumpin, persemaian modern juga dibangun di Kalimantan Timur (120 Ha) untuk mendukung Ibu Kota Negara yang baru, serta di sekitar kawasan pariwisata Danau Toba, Sumatera Utara (37,25 Ha), Labuan Bajo, NTT (30 Ha), Mandalika, NTB (32,25 Ha), dan Likupang, Sulawesi Utara (30,33 Ha).

Dialnsir dari laman Instagram Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (@kementerianlhk), selepas peninjauan Presiden Joko Widodo mengatakan, “Hari ini saya sedang di Kabupaten Bogor, tepatnya di Rumpin. Ini adalah sebuah lokasi pembibitan yang ingin kita persiapkan. Kita harapkan nanti tahun depan, 2021, sudah selesai dan sudah berproduksi. Dari sini akan bisa diproduksi kurang lebih 16 juta bibit”.

Presiden Joko Widodo menegaskan, bibit-bibit yang diproduksi tersebut akan didistribusikan ke lokasi atau wilayah yang sering mengalami bencana banjir dan tanah longsor. Namun, selain fungsi ekologi, Presiden berharap agar pusat perbenihan tersebut juga akan menanam tanaman-tanaman yang memiliki fungsi ekonomi.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, saat mendampingi Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa di setiap unit persemaian modern akan memproduksi bibit sebesar 5-15 juta pertahun, sehingga dapat menghasilkan 50 juta bibit atau lebih setiap tahunnya. Konstruksi awal pembangunan persemaian modern dilakukan pada awal tahun 2021 dan diperkirakan dalam waktu 18 bulan akan selesai dan dapat beroperasi. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here