Home Kehutanan Tuak Lontar : Tinjauan Akhir Tahun Walhi Bahas Masalah Pertambangan di NTT

Tuak Lontar : Tinjauan Akhir Tahun Walhi Bahas Masalah Pertambangan di NTT

Agrozine.id  – Di akhir tahun 2020, Walhi kembali menggelar tinjauan akhir tahun lingkungan  (Tuak Lontar) hidup orang NTT dan resolusinya yang diberi judul “Hentikan Tambang di NTT, Ternyata Janji PHP Semua”. Tinjauan ini diselenggarakan untuk membahas masalah pertambangan di NTT dan memberikan resolusi sebagai cara penanggulangannya.  Acara peluncurannya dilakukan secara virtual yang dibuka oleh Ketua Dewan Daerah Walhi NTT, Torry Kuswardono. Tinjauan akhir tahun Walhi tersebut menghadirkan direktur Walhi NTT, Umbu Wulang Tanaahamahu Paranggi SSos, selaku presenter.

Selain itu dihadirkan pula tiga orang penanggap yaitu Nur Hidayati selaku Direktur Executiv Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Florianus Nggagur selaku Ketua Diaspora Manggarai Peduli, Pater Simon Tukan selaku SVD (Koordinator JPIC SVD Ruteng).

Pertemuan virtual tinjauan akhir tahun tersebut berlangsung selama dua jam dan dalam pembukaannya Torry Kuswardono menyampaikan bahwa tahun ini Indonesia menghadapi pandemi yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Pertemuan yang dipandu oleh Umbu Yulianto Behar, salah satu anggota Sahabat Alam NTT tersebut juga membahas seputar isu kerusakan lingkungan sebagai akibat dari pembangunan yang mengabaikan daya tampung dan daya dukung lingkungan selama tahun 2020 yang menjadi topik utama dalam pembahasan virtual tersebut.

Direktur Walhi NTT, Umbu Wulang dalam pemaparannya juga menyampaikan 3 highliht isu lingkungan yang terjadi selama tahun 2020 dan menyita perhatian publik begitu masif. Adapun ketiga isu tersebut adalah yang pertama rencana pertambangan Batu Gamping dan pabrik semen di Manggarai Timur, kedua rencana investasi wisata premium Taman Nasional Komodo oleh pemerintah yang mendapat pertentangan dari berbagai kalangan aktivis di daerah nasional hingga internasional dan yang ketiga adalah konflik hutan di Pubabu TTS yaitu konflik antara pemerintah provinsi dan masyarakat adat yang telah berlangsung hampir 12 tahun dan kembali memanas di tahun 2020.

Baca Juga: Pohon Berbunga Putih Tingkatkan Keanekaragaman Kumbang di Hutan Tropis

Menanggapi hal tersebut, Direktur Walhi Nasional, Nur Hidayati menyampaikan bahwa rencana ekologis adalah bentuk nyata dari kebijakan pemerintah Indonesia yang masih tetap mengeksploitasi sumberd daya alam. Nur Hidayati mencontohkan Taman Nasional Komodo sebagai salah satu bentuk eksploitasi SDA dari rencana pembangunan pemerintah selama tahun 2020.

Melalui Tinjauan Akhir Tahun Masyarakat NTT dan resolusinya yang digelar secara virtual tersebut, terdapat beberapa resolusi yang disampaikan Walhi NTT ke publik terutama kepada para pengambil kebijakan sebagai berikut:

1. Air

  • Menghentikan swastanisasi air dimana pemerintah harus mengambil alih pengelolaan air untuk rakyat
  • Mencegah dan menghentikan aktivitas pembangunan yang merusak kawasan sumber daya air
  • Memperkuat dan memperluas konservasi sumber daya air terutama di kawasan rentan, tandus dan pulau-pulau kecil
  • Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya konservasi, perlindungan dan distribusi air untuk rakyat
  • Memberikan jasa lingkungan untuk masyarakat hulu untuk menjaga sumber daya air
  • Membuat kebijakan komprehensif terkait perlindungan sumber daya air di NTT

Baca Juga: Retno Nartani: Sosok Srikandi Dunia Pertambangan

2. Pangan

  • Memperkuat dan memperluas desa berketahanan, berkemandirian dan berkedaulatan pangan
  • Mengedepankan budidaya pangan lokal yang sesuai dengan daerah geografis NTT
  • Penguatan teknologi pangan yang berkelanjutan
  • Mencegah alih fungsi lahan kawasan penyangga pangan rakyat
  • Mengedepankan penggunaan pupuk organik yang diproduksi sendiri oleh masyarakat

3. Hutan

  • Penguatan dan perluasan kawasan hutan konservasi tegakan di NTT
  • Penghentian alih fungsi lahan kawasan hutan melalui konservasi di daerah-daerah kritis
  • Mencegah dan menghentikan ilegal logging di NTT dan mengedepankan pengelolaan hutan berbasis komunitas rakyat
  • Pengakuan hutan adat yang pro konservasi
  • Memulihkan kehidupan masyarakat di Pubabu ,TTS

4. Pertambangan

  • Menghentikan aktivitas pertambangan skala besar di NTT
  • Menghentikan aktivitas pertambangan di Lengko Lolok Manggarai Timur
  • Melakukan audit lingkungan terhadap pertambangan kecil dan menengah di NTT5

5. Pariwisata

  • Menghentikan kebijakan pariwisata yang rakus lahan dan rakus energi
  • Mengembangkan pariwisata berbasis lingkungan dan komunitas rakyat serta prinsip kesejahteraan bersama
  • Menghentikan proyek investasi pariwisata di Taman Nasional Komodo

Tinjauan akhir tahun Walhi ini adalah upaya untuk mencegah semakin maraknya isu lingkungan yang tidak mengindahkan kondisi sumber daya alam dan daya tampung juga daya dukung lingkungan. Tuak Lontar ini dilakukan dengan tujuan untuk mengedepankan aspek konservasi dalam berbagai isu lingkungan yang terjadi dan mengakibatkan masalah pertambangan di NTT. (ira)

 

Tonton video menarik ini :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here