Home Hortikultura Usaha Budidaya Cumi-Cumi Yang Menguntungkan

Usaha Budidaya Cumi-Cumi Yang Menguntungkan

bgr.com

AgrozineIndonesia terkenal dengan hasil lautnya dan merupakan salah satu eksportir komoditas perikanan yang memasok produksinya ke mancanegara. Salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang juga merupakan produk ekspor andalan negara ini adalah cumi-cumi. Jepang, Amerika dan negara-negara Eropa merupakan negara tujuan utama ekspor hewan laut yang memiliki nama latin Lepiotenhis lessoniana ini. Oleh karena itu, usaha budidaya cumi-cumi cukup menjanjikan.

Selain besarnya kebutuhan dari dalam dan luar negeri, harga cumi-cumi pun tergolong cukup mahal. Dengan membudidayakan cumi-cumi, para nelayan tak perlu susah payah menangkapnya di laut lepas dan tidak lagi mengalami masa paceklik. Namun, usaha budidaya cumi-cumi hanya cocok dilakukan oleh para nelayan yang berada di dekat laut karena menyesuaikan habitat cumi-cumi.

Budidaya cumi ini menggunakan jaring apung yang ditempatkan di laut yang memiliki keadaan sesuai dengan habitat hidup cumi-cumi tersebut. Yang harus diperhatikan bagi pembudidaya cumi-cumi dalam pemilihan lokasi jaring apung adalah lokasinya harus jauh dari kegiatan industri dan keramaian. Sebab, sedikit saja terjadi pencemaran di perairan tersebut maka seluruh cumi-cumi peliharaannya akan mati sia-sia.

Budidaya cumi-cumi ini menggunakan alat yang disebut atraktor. Atraktor adalah tempat khusus yang dibuat menyerupai habitat asli cumi-cumi agar hewan tersebut mau bertelur di sana. Atraktor adalah alat sejenis rumpon dengan desain menyerupai bentuk seperti kelopak bunga berdiameter 120 cm dengan tinggi 35 cm. Untuk membuat alat ini cukup mudah. Bahan-bahan untuk membuat alat ini pun mudah diperoleh, seperti kawat, tambang, dan lembaran plastik hitam yang berfungsi untuk menutup bagian atas rumpon ini.

Alat ini dibuat sedemikian rupa agar cumi-cumi betah berada di dalamnya. Di dalam atraktor ini ditempatkan serabut-serabut dari tali agar mirip tumbuhan laut, tempat cumi-cumi biasa meletakkan telurnya. Di bagian atas atraktor ditutup dengan plastik hitam agar kondisi di dalam rumpon ini gelap tak tersentuh cahaya matahari. Ini sengaja dilakukan karena cumi-cumi memang tergolong hewan yang aktif di malam hari.

Alat ini diletakkan di dasar perairan, sekitar 5 – 7 meter dari permukaan laut, sesuai habitat cumi-cumi, yakni di dasar perairan sekitar terumbu karang dengan kondisi perairan yang jernih dan arus yang tidak terlalu kuat. Biasanya bila melihat tempat yang nyaman, cumi-cumi dewasa akan segera kawin di dalam sarang buatan ini. Sebaiknya, penempatan atraktor dilakukan pada saat musim panen cumi-cumi.

Setelah satu bulan diletakkan, baru terlihat ada telur cumi-cumi yang diletakkan induknya di alat tersebut. Selanjutnya, telur-telur itu dipindahkan ke lokasi jaring apung untuk ditetaskan. Sebaiknya, lokasi jaring apung  jangan terlalu jauh dengan lokasi penempatan atraktor agar efisien dan menambah resiko rusaknya telur saat dipindahkan.

Sekitar dua minggu setelah dipindahkan, baru telur-telur itu akan menetas. Empat bulan kemudian, setelah di pelihara di jaring apung dengan padat penebaran sekitar 50 ekor per meter3, cumi-cumi ini siap dipanen.

Seekor induk cumi-cumi rata-rata mampu menghasilkan sekitar 500 butir telur. Pembudidaya cumi-cumi sebaiknya memiliki 10 unit atraktor. Jadi, saat masa panen cumi-cumi, tiap bulannya mampu mengumpulkan telur cumi sebanyak 5.000 buah.

Tingkat keberhasilan hingga panen mencapai 85%. Jadi, dari 5.000 telur itu akan menghasilkan 4.250 ekor cumi-cumi dengan berat sekitar 425 kg.

Cumi-cumi tergolong mudah dalam pemberian pakan. Hewan ini tergolong hewan pemakan daging sehingga semua biota laut yang bisa masuk mulutnya akan dimakan. Namun, yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai ada pakan yang tersisa di jaring apung. Sebab, ini akan mengundang hewan laut lainnya untuk mengambil sisa pakan tersebut di dalam jaring. Jika ini terjadi, ada kemungkinan jaring akan putus dan cumi-cumi akan kabur ke laut bebas.

Demikian cara budidaya cumi-cumi, semoga bermanfaat, selamat berbudidaya dan semoga sukses! (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here