Home Perkebunan Aplikasi Model Madpas Untuk Simulasi Karakteristik Hidrologi DAS Mikro Yang Didominasi Perkebunan...

Aplikasi Model Madpas Untuk Simulasi Karakteristik Hidrologi DAS Mikro Yang Didominasi Perkebunan Sawit

daerah penghasil kelapa di sawit Indonesia

Agrozine.id – Perubahan penggunaan lahan untuk ekspansi perkebunan menyebabkan degradasi tanah yang dapat menyebabkan kekeringan di musim kemarau dan banjir di musim hujan. Model hidrologi sangat penting untuk menstmulasikan fluktuasi debit dari dampak perubahan penggunaan lahan perkebunan. Menyikapi hal ini Faqihna Pidin, Suria Darma Tarigan dan Budi Kartiwa melakukan penelitian berjudul Aplikasi model Madpas untuk stimulasi karaktersitik hidrologi DAS mikro yang didominasi perkebunan sawit di wilayah PTPN V Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi.

Penelitian yang dilakukan menggunakan metode Madpas yang memakai empat parameter input utama simulasi yaitu koefisien aliran permukaan, waktu jeda, kecepatan aliran jaringan hidrografi dan kecepatan aliran lereng.

Metode Madpas adalah simulasi aliran permukaan skala DAS dengan interval sesaat mendekati real time. Keunggulan metode ini terletak pada luasan cakupan aplikasinya serta kesederhanaan perhitungannya.

Penggunaan metode Madpas sering kal digunakan dalam penelitian berkaitan dengan aliran DAS dengan kemiripan hasil hingga 90% dan mampu mensimulasikan aliran permukaan dalam beberapa skenario perubahan tutupan lahan termasuk perkebunan kelapa sawit.

Hasil running model Madpas dengan metode Kr untuk melihat hubungan dari pemisahan aliran permukaan dan aliran dasar menunjukkan bahwa koefisien aliran permukaan yang ditemukan cukup tinggi yaitu mencapai 70%. Hal ini dipengaruhi oleh karakteristik curah hujan dan faktor laju infiltrasi penggunaan lahan yang dianggap konstan.

Nilai koefisien efisiensi (CE) yang dihasilkan berdasarkan hasil penelitian adalah berkisar antara 0,7 – 0,93 dan hal ini berarti bahwa akurasi dari model penggunaan Madpas tergolong baik sampai sangat baik.

Metode infiltrasi indeks yang digunakan dalam Madpas juga memperoleh hasil hubungan antara debit simulasi dan debit pengukuran yang dipengaruhi oleh nilai indeks infiltrasi. Metode indeks infiltrasi ini menggunakan simulasi nilai infltrasi yang tidak bervariasi (konstan) sehingga aliran permukaan infiltrasi yang dihasilkan dari curah hujan akan dipengaruhi oleh pengisian cadangan air tanah.

Hasil simulasi dengan model SCS-CN menunjukkan hubungan antara terjadinya runnoff dengan pengaruh nilai CN atau Bilangan Kurva (BK) yang diberikan terhadap suatu penggunaan lahan yang terdapat di dalam DAS mikro. Pemberian nilai CN dapat mengacu pada sifat fisik tanah, peta tanah detail atau laju infiltrasi minimum tanah.

Nilai CN pada penggunaan lahan sawit termasuk dalam kategori lahan pertanian memiliki kondisi hidrologi yang buruk. Hal ini disebabkan karena tekstur pada zat mikro adalah lom klei berpasir dengan laju infiltrasi minimum rata-rata lebih tinggi pada gawangan mati dibandingkan dengan gawangan hidup.

Berdasarkan hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal tanah dan lingkungan ini disimpulkan bahwa model Madpas dengan input yang sederhana dapat mensimulasikan karakteristik hidrologi dengan baik yang ditunjukkan nilai CE lebih besar dari 0,7.  Hasil kajian karakteristik DAS mikro menggunakan model Madpas menunjukkan bahwa 12-70% hujan yang turun di kawasan DAS akan menjadi  aliran permukaan sehingga proporsi air hujan yang terinfiltrasi ke dalam tanah baik. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here