Home Biodiversitas Ayam Onagadori, Harta Karun Alam Paling Istimewa Negara Jepang

Ayam Onagadori, Harta Karun Alam Paling Istimewa Negara Jepang

jualayamhias.com

Agrozine.id – Ayam kebanggaan masyarakat Jepang ini memang spesial. Onagadori memiliki arti ayam berekor panjang. Ekor panjangnya yang menjuntai saat ayam ini bertengger di atas pohon menjadikan ayam ini bernilai eksotis. Mungkin saja gaun pengantin wanita yang bagian belakangnya panjang menjuntai terinspirasi dari keindahan ayam ini.

Keindahan sosok ayam onagadori membuatnya memiliki nilai jual yang tinggi. Di market place, harga telurnya di atas Rp 50 ribu. Anak ayam usia 1 bulan dijual Rp 250 ribu sepasang. Ayam usia 3-4 bulan per ekor dijual seharga Rp 850 ribu. Sepasang ayam dewasa harganya Rp 2.500.000. Harganya tentu bisa lebih tinggi lagi tergantung kualitas ayamnya. Ayam yang merupakan nenek moyang dari ayam phoenix Jerman ini telah menjadi salah satu ayam yang diburu para pencinta ayam hias.

Onagadori dibiakkan pada abad ketujuh belas di Provinsi Tosa, daerah yang sekarang menjadi Prefektur Kōchi, di pulau Shikoku di bagian tenggara negara Jepang. Kala itu hanya dipelihara di daerah itu, terutama di Nankoku.  Ayam istimewa ini dihasilkan dari perkawinan silang antara ayam shokoku dengan ayam hutan hijau.

Onagadori ditetapkan sebagai Harta Karun Alam Nasional Jepang  pada tahun 1952. Dari tujuh belas ras ayam yang dianggap sebagai harta nasional Jepang, ayam ini adalah satu-satunya yang memiliki status “istimewa”.  Dari beberapa jenis ayam jepang berekor panjang di Jepang, onagadori yang paling disukai oleh para pencinta ayam hias.

Ciri utama onagadori adalah ekornya yang panjang melebihi 1,5 meter, dan diketahui bisa melebihi 11 m. Ekornya terdiri dari sekitar 16–18 bulu, yang tidak pernah berganti bulu dan terus tumbuh dengan cepat, sekitar 0,7–1,3 m per tahun. Bulu sadel ayam ini juga tumbuh cukup panjang hingga menyentuh tanah. Ayam Onagadori memiliki waktu tumbuh yang lebih cepat dibandingkan ayam lainnya.

Di Jepang, dikenal tiga jenis warna ayam onagadori, yaitu putih berdada hitam, merah berdada hitam, dan putih. Studi genetik menunjukkan bahwa ayam onagadori putih berdada hitam adalah jenis asli. Warna lain diciptakan oleh kawin silang dengan ayam dari keturunan lain. Di Inggris, lima warna ayam ini diakui oleh Klub Unggas Inggris Raya: hitam-merah, warna jahe, emas, perak, dan putih.  Hal ini juga diakui oleh Entente Européenne.

Ayam onagadori berjengger tunggal, matanya berwarna cokelat kemerahan, dan daun telinganya berwarna putih. Ayam onagadori betina dan jantan memiliki perbedaan yang cukup signifikan pada posturnya. Ayam jantan berjengger besar, sedangkan ayam betinanya berjengger kecil. Warna bulu ayam jantan lebih bervariasi dan lebih menarik dibanding ayam betina. Telur Ayam ini berwarna cokelat muda. Ekor ayam betinanya biasa saja karena hanya ayam jantannya saja yang ekornya dapat terus memanjang.

Onagadori dipelihara khusus sebagai ayam hias. Peternak Jepang selama berabad-abad telah berjasa dalam melestarikan keturunanannya.  Ekor onagadori terus mengalami perkembangan sampai unggas itu berusia 3 sampai 4 tahun. Selama masa perkembangan itu, ekor onagadori benar-benar diperhatikan dengan baik. Ayam ditempatkan di kandang khusus dengan tempat bertengger jauh di atas tanah dengan ukuran yang hanya pas dengan tubuh ayam. Kondisi kandang yang demikian dibuat agar ayam tidak banyak bergerak dan ekornya tidak menyentuh tanah sehingga ekornya tetap bersih dan dalam kondisi baik.

Di Indonesia, sudah semakin banyak para pencinta ayam hias yang memeliharanya. Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk ikut melestarikan ayam istimewa ini? Semoga. (das)

Yuk, tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here