Home Perkebunan LIPI Rekomendasikan Kebijakan Penguatan Usaha Kopi Berbasis Inovasi di Sumba Barat Daya

LIPI Rekomendasikan Kebijakan Penguatan Usaha Kopi Berbasis Inovasi di Sumba Barat Daya

Agrozine.id – LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) selalu berupaya untuk berkomitmen kuat dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi guna meningkatkan inovasi di Indonesia. Baru-baru ini, LIPI merekomendasikan kebijakan penguatan usaha kopi berbasis inovasi kepada masyarakat di Sumba Barat Daya.

Inovasi yang berkualitas menjadi sarana penting untuk meningkatkan pembangunan dan perekonomian nasional. Mego Pinandito selaku Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI menjelaskan pentingnya teknologi,ilmu pengetahuan dan inovasi untuk mengembangkan sumber daya daerah.

“Kajian yang berlandaskan pemikiran akademis akan menjadi pemandu dalam perencanaan pembangunan, khsususnya pembangunan daerah di Sumba Barat Daya”, ujar Mego dalam dialog publik “Memajukan Sumba Barat Daya Melalui Penguatan Usaha Kopi yang Berkelanjutan”.

Dalam penyampaiannya tentang usaha kopi berbasis inovasi, Mego mengatakan bahwa tata kelola sumber daya tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya alam sehingga dibutuhkan penguatan dalam bidang tekonologi dan inovasi.

“Kita harus bergeser pada pembangunan yang berbasis teknologi, ilmu pengetahuan dan inovasi”, ujarnya. Hal tersebut sejalan dengan semakin majunya perkembangan teknologi saat ini.

Baca Juga : trinamiX: Inovasi Teknologi Untuk Hasilkan Secangkir Kopi Sempurna

“Artinya bagaimana strategi pengelolaan sumber daya alam harus sarat akan muatan iptek dan inovasi sehingga akan diperoleh nilai tambah yang lebih tinggi untuk mendapatkan hasil yang lebih bermanfaat, dan yang terpenting adalah inovasi yang mementingkan masyarakat daerah”, imbuhnya.

Dalam usaha kopi berbasis inovasi, LIPI berupaya dalam penguatan usaha kopi di daerah Sumba Barat sesuai dengan visi dan misi Kementerian Riset dan Inovasi Nasional mengenai pengembangan komoditas kopi.

“Hal tersebut tentu bermuara pada tercapainya kopi sebagai komoditas penghasil devisa negara yang sekaligus juga menjadi sumber pendapatan petani, penciptaan lapangan pekerjaan dan jembatan bagi peningkatan daya saing daerah”, tambah Mego.

Mengingat bahwa 95% penghasil kopi adalah petani daerah, maka diperlukan kebijakan dan strategi pembangunan yang ditujukan untuk kesejahteraan rakyat dan petani kopi lokal. Salah satunya melalui penguatan usaha kopi yang dilaksanakan di Sumba Barat.

Baca Juga : Inilah Kopi Andalan Indonesia yang Mendunia, Apa Saja?

Kepala Pusat Kebijakan dan Manajemen Ilmu Pengetahuan LIPI, Dudi Hidayat menjelaskan kolaborasi antara LIPI dengan Sumba Barat menciptakan usaha kopi berbasis inovasi mencakup penelitian kuantitatif dan kualitatif sekaligus sebagai upaya untuk menemukan solusi permasalahan lokal dalam industri kopi.

Dijelaskan oleh Febtri Wijayanti selaku Peneliti Pusat Penelitian Kebijakan dan Manajemen Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi LIPI bahwa Sumba Barat adalah penghasil kopi robusta, namun masih memiliki produktivitas yang rendah karena didominasi oleh pohon kopi yang sudah tua.

Padahal menurut Febtri, potensi pohon kopi robusta sebagai sumber pendapatan petanis sebaiknya dikuatkan melalui rencana strtegis yang melibatkan berbagai sektor.

“Ada indikasi permasalahan dalam pengelolaan pohon kopi, diantaranya karena umur pohon yang tua dan rendahnya upaya pemeliharaan. Jika dilakukan proses peremajaan dengan asumsi produktivitas per hektar dapat mencapai 0.8 ton dalam satu tahun, maka akan dicapai pendapatan optimal hingga 40% dari garis kemiskinan”, ujar Febtri.

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukannya berupa usaha kopi berbasis inovasi, Febtri merekomendasikan 4 kebijakan dalam penguatan usaha kopi di Sumba Barat guna meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan produktivitas kopi.

Yang pertama adalah peningkatan produksi pohon kopi robusta di kebun petani perlu dilakukan dengan menerapkan prinsip teknologi budidaya kopi yang baik, kemudian peremajaan vegetatif dengan mengganti tanaman tidak produktif dengan bibit unggul tersertifikasi, ketiga infrastruktu untuk kebun pembibitan kopi yang diolah secara berkelanjutan dan terakhir adalah penguatan adopsi teknologi budidaya kopi oleh petani dalam rangka meningkatkan produktivitas melalui pendampingan teknis dan kelembagaan petani kopi. (ira)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here