Home Pertanian Mentan Tingkatkan Pasokan Kedelai dengan Kemitraan

Mentan Tingkatkan Pasokan Kedelai dengan Kemitraan

Agrozine.id – Kedelai merupakan salah satu komoditas pertanian yang patut dipertimbangkan untuk dikembangkan di Indonesia. Untuk membantu petani dalam meningkatkan produksi kedelai, pemerintah melalui Kementerian Pertanian membuat Program Operasi Khusus Kedelai. Untuk meningkatkan hasil produksi kedelai dan memenuhi kebutuhan pangan maka Mentan berusaha untuk tingkatkan pasokan kedelai dengan kemitraan.

Menteri Pertanian mengatakan penyediaan kedelai dalam jumlah mencukupi sangat penting sebagai bahan bergizi untuk masyarakat. Oleh karena itu membutuhkan peran stakholder dalam hal ini mitra untuk meningkatkan produksi kedelai terutama di tengah masa pandemi seperti yang terjadi saat ini.

Dikatakan kebutuhan kedelai sendiri dalam satu tahun sebagai bahan pokok pembuatan tempe dan tahu mencapai 90 persen. Untuk kecap, yoghurt dan produk makanan lainnya sebanyak 5 persen.

Namun yang terjadi saat ini adalah kendala benih kedelai bersertifikat masih terbatas dan sebagian besar terkonsentrasi di Jawa sehingga penyebarannya tidak merata. Selain itu masa kadaluarsa benih kedelai juga pendek, hanya mencapai sekitar 4 bulan saja.

Hal tersebut mengakibatkan butuhnya dukungan dari daerah yang memiliki potensi untuk mengembangkan produksi kedelai ini.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan dalam negeri, saat ini Kementan telah memberikan bantuan sarana produksi, alat pra panen dan pasca panen serta memberikan kemudahan untuk para petani dengan memberikan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) dan membentuk kemitraan dalam upaya peningkatan produksi kedelai.

Sebagai bentuk komitmen Kementan tahun ini dikembangkan bantuan budidaya kedelai berupa lahan seluas 500 hektar di daerah Polewali Mandar. Dikatakan Mentan, hilirisasi menjadi hal yang penting dalam pengembangan budidaya kedelai dan sebagai solusi penentuan harga. Oleh karena itu Menteri Pertanian menegaskan perlunya dibangun kemitraan petani dengan industri agar dapat memberikan kepastian pasar dan pemanfaatan KUR, sehingga nantinya petani tidak lagi hanya mengandalkan bantuan pernikahan.

Salah satu perusahaan mitra yaitu PT Dwitunggal Nusa Mandiri menyambut dengan baik kebijakan tersebut dan bersedia untuk menyerap pembelian hasil produksi kedelai petani. Upaya untuk tingkatkan pasokan kedelai dengan kemitraan ini diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal dan meningkatkan hasil produksi kedelai serta memaksimalkan harga pasar. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here