Home Kampus MoU Universitas Brawijaya dengan Perhutani Terkait UB Forest

MoU Universitas Brawijaya dengan Perhutani Terkait UB Forest

Universitas Brawijaya dengan perhutani

Agrozine.id – Sebagai sarana pengembangan pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi di bidang kehutanan untuk mewujudkan konservasi alam dan berkelanjutan melalui pemanfaatan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK), Universitas Brawijaya (UB) Malang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Perusahaan Umum (Perum) Perhutani, Kamis (27/08/2020). Kegiatan yang digelar di Gedung Rektorat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Brawijaya dengan Perhutani.

Resmi, UB Forest Jadi Laboratorium Penelitian - MalangVoice

Kerja sama yang akan dilakukan antara Universitas Brawijaya dengan Perhutani yakni terkait peningkatan Sumber Daya Manusia, serta pengelolaan dan pengembangan UB Forest. Isu global terkait perubahan iklim dan ketahanan pangan juga menjadi hal yang dibahas untuk rencana kerja sama ke depan.

Saat ini UB telah memiliki hutan pendidikan seluas 554 hektare di kawasan lereng Gunung Arjuno, tepatnya di Dusun Sumbersari, Desa Tawang Argo, Karangploso, Kabupaten Malang. Ada beberapa jenis tanaman yang sudah dikembangkan di hutan pendidkan tersebut, antara lan tanaman mahoni, pinus, sengon dan kopi.

Pengembangan hutan pendidikan UB Forest ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat civitas akademika UB. Dengan adanya UB Forest, diharapkan bisa menjadi lahan penelitian (laboratorium lapang) yang melahirkan peneliti-peneliti yang dapat bersaing di tingkat internasional.

Selain itu, dengan dibangunnya kawasan UB Forest ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan penghasilan masyarakat setempat yang tinggal di sekitar hutan.

Direktur utama Perhutani Wahyu Kuncoro mengatakan, bahwa pihaknya sangat mendukung kerjasama khususnya untuk dunia pendidikan, penelitian dan pengembangan perhutanan untuk kemajuan sektor kehutanan.

Pada waktu bersamaan, Rektor UB Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR., MS menyampaikan bahwa sebagai salah satu universitas terbesar di Indonesia, UB merasa perlu untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitasnya. Salah satunya adalah dengan melaksanakan kerja sama dengan berbagai pihak, terutama terkait bidang belajar mengajar dan penelitian.

Meski kawasan hutan berubah status menjadi KHDTK, namun aspek utama kelestarian hutan tetap menjadi perhatian dan tanggungjawab bersama dan kelestarian sumberdaya hutannya tetap menjadi prioritas dalam pengelolaannya. (ran)

 

Dilansir dari laman berita UB, Rabu (02/09/2020)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here