Home Kampus Briket Batang Singkong, Inovasi dari Unila

Briket Batang Singkong, Inovasi dari Unila

bukalapak.com

Agrozine – Berkembangnya populasi penduduk dan teknologi industri mempengaruhi kebutuhan bahan bakar yang semakin meningkat. Bahan bakar minyak yang berasal dari fosil yang diandalkan sejak dulu tidak dapat diperbaharui sehingga cadangannya semakin menipis. Oleh karena itu, perlu sumber energi alternatif yang berasal dari bahan yang mudah didapat dan relatif murah sebagai energi terbarukan.

Salah satu bahan bakar alternatif tersebut adalah biomassa. Biomassa adalah salah satu limbah benda padat yang dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil (minyak bumi). Sifatnya dapat diperbaharui dan relatif tidak mengandung unsur sulfur sehingga tidak menyebabkan polusi udara. Sudah saatnya negeri ini mengurangi energi fosil secara massif dan menggantikanya dengan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan. Briket menjadi salah satu sumber energi biomassa alternatif dan jumlahnya sangat melimpah.

Salah satu sumber biomassa yang potensial dan berlimpah adalah batang tanaman singkong. Batang singkong selama ini hanya 10% tinggi batang yang dimanfaatkan untuk ditanam kembali dan 90% sisanya merupakan limbah. Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) melihat peluang ini dan berinovasi untuk memanfaatkan limbah batang singkong menjadi energi biomassa yang ramah lingkungan, yakni dengan membuat briket. Batang singkong ini bisa digunakan menjadi briket arang. Briket arang adalah bahan bakar padat tanpa asap. Briket ini bisa menjadi alternatif energi baru terbarukan yang ramah lingkungan.

Banyak petani yang belum tahu memanfaatkan limbah batang singkong ini. Selama ini hanya di tumpuk dan di bakar sehingga membuat polusi. Padahal, limbah batang singkong bisa diolah lebih lanjut menjadi produk turunan seperti briket bahan bakar, pakan ternak, juga pupuk organik. Energi alternatif ini sangat murah dan melimpah.

Pemanfaatan batang singkong untuk jadi bahan briket dengan komposisi limbah bahan biomassa murni, tanpa batubara, kalori yang dihasilkan mencapai 6.000 kalori. Briket batang singkong ini merupakan sumber energi baru terbarukan yang belum ada atau masih jarang ditemukan di Indonesia. Briket ini bisa menjadi briket yang baik, yaitu tidak meninggalkan bekas hitam di tangan, mudah di nyalakan, tidak mengeluarkan asap, emisi gas hasil pembakaran tidak mengandung racun, kedap air, hasil pembakaran tidak berjamur, bisa di simpan dalam waktu lama, dan yang terakhir menunjukan upaya laju pembakaran yang baik.

Tahapan dari pembuatan briket batang singkong di mulai dari persiapan bahan dan alat, pembakaran atau pengarangan, pendinginan arang, dan pengecilan ukuran. Tahap selanjutnya adalah pembuatan perekat tapioka dan pencampuran bahan, pencetakan briket, dan pengeringan briket. Setelah itu, dilakukan proses pengujian karakteristik briket serta analisa data, barulah briket tersebut dinyatakan selesai dan siap di gunakan. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here