Home Biodiversitas Ikan Nilem, Ikan lezat Sang Terapis Kaki

Ikan Nilem, Ikan lezat Sang Terapis Kaki

housaqua.com

Agrozine – Sobat Agro pernah merasakan nikmatnya makan ikan nilem? Ya, ikan nilem banyak dikonsumsi sebagai lauk pendamping nasi. Tekstur dagingnya renyah dan gurih sehingga cocok untuk digoreng atau dipepes. Telur ikan ini bisa dikonsumsi karena memiliki rasa yang lezat.

Ikan ini dikenal juga dengan nama nilem mangut, melem, atau paweh. Di Kalimantan di sebut sebagai ikan Puyau. Ikan bernama ilmiah Osteochilus vittatus adalah sejenis ikan air tawar anggota suku Cyprinidae, satu suku dengan ikan mas. Ikan ini dapat ditemui pada perairan yang ditumbuhi pakan alami mereka, seperti di sungai, rawa-rawa, umumnya air tawar dengan kisaran kandungan oksigen 5-8 mg/l.
Ikan pemakan tumbuhan ini menyebar di Asia Tenggara, di wilayah Tonkin, Thailand, Semenanjung Malaya, Kalimantan, Sumatra, dan Jawa. Nilem merupakan ikan budidaya untuk konsumsi, terutama di Jawa. Ikan ini juga diintroduksi ke beberapa danau di Sulawesi.

Ikan ini bertubuh sedang dengan panjang total hingga 26 cm. Moncongnya membulat tumpul, dengan bibir yang berkerut dan dapat disembulkan. Tinggi badannya bisa berukuran 3-3,7 cm dan berbanding lurus dengan panjang standarnya tanpa sirip dan ekor. Panjang kepalanya  4,1-4,5 cm.

Ikan nilem biasa dibudidayakan orang di Pulau Jawa, terutama di Jawa Barat. Umumnya ikan ini dipelihara sebagai produk sampingan dari kolam-kolam pemeliharaan ikan mas, nila, atau gurami.

Jenis ikan ini juga dapat kamu pelihara atau dibudidayakan pada daerah tropis dengan ketinggian 150 – 1.000 m dari permukaan laut. Namun, ketinggian optimumnya 800 m dari permukaan laut.

Ikan nilem di Danau Maninjau, Sumatra Barat, memakan aneka fitoplankton yang terdapat di danau sehingga ikan ini berpotensi untuk digunakan sebagai pembersih air danau. Ikan nilem memakan berbagai jenis fitoplankton dan tumbuh-tumbuhan air.

Biasanya ikan ini akan memijah di akhir musim penghujan, di daerah yang berpasir dan berair jernih. Di tempat budidaya, nilem dapat dipijahkan sepanjang tahun dengan mengatur kondisi lingkungan. Proses pemijahan ikan ini dapat dilakukan pada awal musim penghujan dengan indukan berusia 1 tahun dengan panjang tubuh sudah mencapai 20 cm dan berat di atas 12 gram. Nilem memiliki potensi reproduksi yang cukup tinggi. Untuk seekor betina nilem, bisa menghasilkan telur ikan sebanyak 80.000-110.000 butir per kilogram bobot induk.

Semenjak populernya “terapi kaki” menggunakan ikan Garra rufa, ikan nilem menjadi alternatif karena memiliki perilaku sama, yaitu mengerumuni kaki yang dicelup ke dalam kolam dan memakan kulit ari kaki yang mati pada permukaan kaki.

Walaupun ikan ini senang mengisap-isap dengan mulutnya, tetapi jangan khawatir, ikan ini tidak bergigi. Jadi, aman bagi kulit kita. Manfaat paling penting dari terapi ikan ini adalah meningkatnya kadar kepekaan pada saraf. Gigitan nilem menstimulasi setiap sel pada bagian kaki untuk menjadi lebih peka. Peredaran darah juga lebih lancar  sehingga kita akan lebih sehat setelah diterapi ikan ini. Berminat mencoba? (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here