Home Hortikultura Mengenal Pandan Wangi, Plus Manfaat dan Cara Menanamnya

Mengenal Pandan Wangi, Plus Manfaat dan Cara Menanamnya

riverineparks.blogspot.com

Agrozine.id – Ini dia daun yang paling sering digunakan untuk mengharumkan berbagai masakan khas Indonesia dan Asia Tenggara. Pandan wangi (atau biasa disebut “pandan” saja) adalah jenis tumbuhan monokotil dari famili Pandanaceae yang memiliki daun beraroma wangi yang khas. Di beberapa daerah tanaman ini dikenal dengan berbagai nama, antara lain pandan rampe, seuke bangu, pandan jau, pandan bebau, pandan rempai (Sumatra), pondang, ponda, pondago (Sulawesi), kelamoni, haomoni, kekermoni, ormon, foni, pondak, pondaki, pudaka (maluku), pandan arrum (Bali), dan bonak (nusa tenggara). Tanaman ini bernama ilmiah Pandanus ammaryllifolius.

Pandan wangi merupakan tanaman perdu, tingginya sekitar 1-2 m. Tanaman ini mudah dijumpai di pekarangan atau tumbuh liar di tepi-tepi selokan yang teduh. Batangnya bercabang, menjalar, pada pangkal keluar akar tunjang. Daun pandan wangi berwarna hijau, di ujung daun berduri kecil, kalau diremas daun ini berbau wangi. Daun tunggal dengan pangkal memeluk batang, tersusun berbaris tiga dalam garis spiral. Helai daun tipis, licin, ujung runcing, tepi rata, bertulang sejajar. Panjang 40-80 cm, lebar 3-5 cm dan berduri tempel pada ibu tulang daun permukaan bawah bagian ujung-ujungnya. Beberapa varietas memiliki tepi daun yang bergigi. Akarnya besar dan memiliki akar tunggang yang menopang tumbuhan ini bila telah cukup besar.

Daun pandan biasa dipakai dalam pembuatan kue atau masakan lain seperti kolak dan bubur kacang hijau. Sewaktu menanak nasi, daun pandan juga kerap diletakkan di sela-sela nasi dengan maksud supaya nasi menjadi beraroma harum. Aroma harum yang khas ini terasa kuat ketika daunnya masih cukup segar atau agak kering. Selain sebagai pengharum masakan, daun pandan juga dipakai sebagai pewarna hijau bagi makanan (selain daun suji), sebagai komponen hiasan penyajian makanan, dan juga sebagai bagian dalam rangkaian bunga di pesta perkawinan (dironce) untuk mengharumkan ruangan. Selain itu, daunnya juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak wangi.

Hasil pemeriksaan terhadap kandungan kimia daun pandan wangi menunjukkan bahwa daun tanaman tersebut mengandung flavonoid, polifenol, tanin, saponin, minyak atsiri, dan alkaloid. Dari kandungannya tersebut, daun pandan wangi memiliki banyak manfaat dalam bidang pengobatan antara lain:

  • Pengobatan lemah saraf
  • Pengobatan rematik dan pegel linu
  • Menghitamkan rambut dan mengurangi rambut rontok
  • Menghilangkan ketombe
  • Penambah nafsu makan
  • Mengatasi hipertensi

Meskipun daun pandan bisa dibeli di pasar dengan harga yang relatif murah, tapi alangkah baiknya jika kamu menanamnya di rumah. Berikut ini langkah-langkah menanam pandan wangi di pot atau polybag.

  1. Siapkan tanaman pandan untuk ditanam.
  2. Pangkas daun pandan yang sudah rusak atau kering.Rapikan atau bersihkan bagian akarnya dari daun-daun kering.
  3. Potong juga beberapa daun pandan di bagian atas agartidak terlalu panjang. Sisakan daun muda dan pucuk pandannya saja.
  4. Siapkan media tanam berupa campuran tanah, arang sekam , dan pupuk kandang. Siapkan pula pot atau polybag.
  5. Masukkan tanah ke dalam pot/polybag,tanam pohon pandannya.
  6. Padatkan tanahnya agar tanaman pandan tidak mudah terjatuh. Usahakan agar tanahnya tidak sampai melebihi pot/polybag.
  7. Siram dengan air secukupnya.
  8. Rawat tanaman pandan denganmenjaga keadaan tanah agar tidak kering atau dalam keadaan lembap sehingga pertumbuhan pohon pandan bisa lebih optimal.

Demikianlah pengenalan daun pandan beserta manfaatnya dan cara menanamnya. Semoga bermanfaat. (das)

Yuk teman, tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here